MIKRO-TP2-M2




MODUL 2

TUGAS PENDAHULUAN 2: Percobaan 2 Kondisi 10 


1. Prosedur [kembali]

1. Persiapan Alat dan Bahan

Pastikan semua komponen berikut tersedia sesuai daftar pada gambar:

  • STM32 Nucleo G474RE (sebagai unit pemroses utama).

  • LDR Sensor (untuk mendeteksi intensitas cahaya matahari).

  • PIR Sensor (untuk mendeteksi pergerakan objek/manusia).

  • LED (sebagai simulasi lampu jalan).

  • Push Button (untuk mode darurat/emergency).

  • Resistor, Jumper, dan Breadboard.

2. Perakitan Rangkaian

Sesuai dengan skema pada gambar, hubungkan komponen ke pin mikrokontroler:

  • LDR Sensor: Hubungkan ke pin PA0 (Kanal ADC) untuk membaca tegangan analog berdasarkan intensitas cahaya.

  • PIR Sensor: Hubungkan ke pin PA1 (Input Digital) untuk mendeteksi sinyal pergerakan.

  • LED: Hubungkan ke pin PA6 (TIM3 CH1) agar kecerahannya dapat diatur menggunakan sinyal PWM.

  • Push Button: Hubungkan ke pin PB1 yang dikonfigurasi sebagai External Interrupt (EXTI).

3. Logika Kerja Sistem

Prosedur pengujian mengikuti alur flowchart pada modul:

  • Kondisi Siang Hari: Jika sensor LDR mendeteksi cahaya di atas ambang batas (LDR > Threshold), maka sistem menganggap hari masih siang dan LED akan mati.

  • Kondisi Malam Hari: Jika LDR mendeteksi kondisi gelap (LDR < Threshold), sistem aktif dalam dua tingkat kecerahan:

    • Tanpa Gerakan: Jika PIR tidak mendeteksi objek, LED menyala redup (PWM Dim) untuk menghemat energi.

  • Fitur Interrupt (Emergency Mode): Jika Push Button ditekan, mikrokontroler akan segera menghentikan tugas utama dan masuk ke mode darurat yang memaksa LED mati tanpa mempedulikan sensor lainnya.

4. Pengujian dan Debugging

  • Lakukan kompilasi program menggunakan library HAL dan unggah ke board STM32.

  • Gunaan penutup sensor LDR (untuk simulasi malam) dan lambaikan tangan di depan PIR untuk melihat perubahan kecerahan LED secara otomatis.

2. Hardware dan Diagram Blok [kembali]

STM32 Nucleo G474RE 


LDRsensor

Push button


Motor Servo


Breadboard


Adaptor





3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [kembali]





Prinsip kerja:

  1. Pembacaan Cahaya (Input Analog): Sensor LDR (Light Dependent Resistor) mendeteksi intensitas cahaya di lingkungan sekitar. Perubahan cahaya ini menghasilkan perubahan tegangan analog yang kemudian dibaca oleh pin mikrokontroler STM32 Nucleo. Fitur ADC (Analog-to-Digital Converter) pada STM32 mengubah tegangan tersebut menjadi angka digital (antara 0 hingga 4095).
  2. Pemrosesan Logika (Proporsional Terbalik): Mikrokontroler akan merespons nilai ADC tersebut secara matematis. Jika lingkungan semakin terang, program menghitung agar target sudut servo semakin kecil (bergerak masuk). Sebaliknya, jika cahaya berkurang (gelap), target sudut servo membesar (bergerak keluar).
  3. Penggerak Jemuran (Output PWM): Hasil perhitungan tersebut dikirimkan ke Motor Servo dalam bentuk sinyal PWM (Pulse Width Modulation). Lebar pulsa sinyal PWM ini (antara 1000 hingga 2000) yang akan memerintahkan motor servo untuk berputar ke sudut tertentu secara presisi, yang merepresentasikan pergerakan jemuran.
  4. Intervensi Manual (Interrupt): Rangkaian ini juga dilengkapi dengan Push Button. Tombol ini dihubungkan ke pin Interrupt. Saat ditekan, mikrokontroler akan menunda tugas otomatisnya sesaat untuk mengeksekusi perintah dari tombol (beralih antara mode otomatis menggunakan LDR atau mode manual yang dikendalikan pengguna).

  • 4. Flowchart dan Listing Program[kembali]







    5. Video Demo[kembali]

    -

    6. Kondisi [kembali]

    Percobaan 2 Kondisi 10:

    Buatlah rangkaian dengan kondisi ketika sensor cahaya (LDR) mendeteksi cahaya yang berubah-ubah, maka posisi jemuran akan mengikuti perubahan tersebut secara terbalik, yaitu semakin terang lingkungan maka jemuran semakin masuk ke dalam atap, dan sebaliknya.

    7. Video Simulasi [kembali]





    8. Download File [kembali]


    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    2.13